Pelatihan Keuangan Syariah

Berita FEB UIN Jakarta Online–FEB UIN Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Keuangan Syariah tingkat dasar ini diinisiasi oleh Forum Kerjasama Bank Penerima Setoran Haji (BPS BPIH Syariah) yang bekerja sama dengan institusi kami Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Kerjasama dalam mengorganisasikan sebuah pelatihan adalah hal yang sangat logis dan patut untuk diapresiasi atas dasar kepentingan pengembangan kapasitas.  Proudly, we shared our best effort to be an active partner to succeed this training. Atas nama civitas akademika FEB, dengan senang hati kami sampaikan selamat datang dan selamat mengikuti acara pelatihan kepada seluruh peserta.

Pelatihan ini didisain sebagai pembuka wawasan peserta dalam bidang pengelolaan keuangan syariah dan pelatihan ini juga dilaksanakan untuk persiapan pelatihan pendalaman lebih lanjut pada pelatihan berikutnya. Proses pelatihan dilaksanakan dengan strategi yang tepat sehingga sangat efektif dalam mencapai tujuan dari pelatihan ini.

Akhirnya, kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah memberikan peran dan kontribusi terbaiknya untuk mensukseskan acara pelatihan ini. Bimasiatillah, hasil dari pelaksanaan pelatihan akan membawa kebaikan kepada kita semua dimasa yang akan datang. (A. Lazuardi)

Jadwal UAS

Diberitahukan kepada seluruh dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bahwa pelaksanaan UAS SMT Ganjil Tahun Akademik 2014/2015 akan dimulai pada tanggal 29 Desember 2014 s.d 9 Januari 2015, untuk jadwal UAS SMT Ganjil Tahun Akademik 2014/2015 dapat di download di sini

“Bercinta Dengan Media”

FEB – Kamis, 06 Nopember 2014 Prodi Perbankan Syariah mengadakan kuliah dengan dosen tamu, Ade Mulya, SIK., MM., MBA seorang presenter ternama di Indonesia.
Tema utama kuliah yang dilaksanakan di ruang teater ini adalah “Bercinta dengan Media”. Tema ini diangkat mengingat media menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan sekarang ini dengan sebuah korporasi, bank syariah misalnya. Acara yang dihadiri oleh Kaprodi Perbankan Syariah, Dr. Ade Suherlan, Sekprodi Erika Amelia dan segenap mahasiswa prodi perbankan syariah diharapkan mampu menghadirkan wawasan baru mengenai peran penting media. Kaprodi mengatakan, “Kuliah dengan dosen tamu seperti ini akan terus dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa dan sivitas akademika di Perbankan Syariah”.
 perbsyar

Mahasiswa Perbankan Syariah Company Visit Ke PT Yakult, Sukabumi

Sukabumi – Dalam rangka mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan, khususnya mata kuliah Akuntansi Biaya, mahasiswa Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan company visit ke PT. Yakult Persada Indonesia yang berlokasi di Cicurug Sukabumi pada Selasa, 03 Juni 2014 lalu.

Acara yang di ikuti oleh 51 orang mahasiswa semester IV ini bertujuan untuk lebih mengetahui proses produksi Yakult, mulai dari bahan baku hingga perhitungan harga jual sebuah minuman fermentasi ini. Hadir mendampingi para mahasiswa adalah dosen pengampu mata kuliah Akuntansi Biaya, Erika Amelia, M.Si.

comp visit yakult (300 x 225) comp visit yakult1 (300 x 225)

Prodi Perbankan Syariah Gelar Studium General Bertemakan Pengembangan Karir di Bank Syariah

FEB – Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan studium general yang dilaksanakan pada hari Kamis, 11 September 2014. Tema besar yang digagas dalam acara kali ini adalah Pengembangan Karir di Bank Syariah.

Hadir sebagai narasumber adalah Bapak Ahmad Fauqi dan Ibu Sansa Ananta dari Bank Syariah Mandiri, serta Prof Abdul Hamid MS, Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kaprodi Perbankan Syariah yang juga bertindak sebagai moderator acara, Dr. Ade Suherlan menyampaikan bahwa kegiatan studium general yang diikuti oleh mahasiswa Prodi Perbankan Syariah ini bertujuan untuk mengenalkan dunia perbankan syariah tanah air dan juga jenjang karir didalamnya yang masih sangat terbuka lebar. “Studium general ini diharapkan mampu memberikan gambaran karir kepada mahasiswa-mahasiswa Prodi Perbankan Syariah sehingga mereka menjadi lebih termotivasi lagi dalam kuliah demi karir mereka masing-masing”, ujar Ade Suherlan.

 

Studium General

Secara sederhana J.P Morgan mengartikan risiko sebagai suatu ketidak pastian dari Net Return yang terjadi, atau secara komprehensif risiko merupakan suatu potensi terjadinya peristiwa (event) yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap nilai suatu portofolio aset yang dapat diukur dengan probabilitas tertentu dalam rentang waktu yang diketahui.

Dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa gampangnya risiko hari ini bisa diterjemahkan sebagai potensi kerugian esok hari, akan tetapi malangnya, risiko tidaklah bisa diukur seperti menghitung pendapatan dan biaya yang harus dikeluarkan bank karena risiko tidaklah bersifat “tangible”. Pengukuran risiko lebih merupakan hal yang konseptual dan merupakan tantangan dalam menerapkan praktik perbankan berbasis risiko. Jadi untuk menilai risiko yang “intangible”, mendefinisikannya dengan benar merupakan suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar.

Meski keberadaan lembaga keuangan sangat penting bagi perekonomian, namun tetap saja bisnis di sektor keuangan menimbulkan resiko, yang jika tidak diantisipasi akan menimbulkan serangan balik bagi perekonomian. Perbankan adalah bisnis yang memiliki tingkat exposure tinggi. Sebagai lembaga intermediasi keuangan, bisnis bank harus menghadapi sejumlah risiko.

Sejumlah ekonom mengklasifikasikan berbagai risiko yang terkait dengan perbankan. Gardener (1986) melaporkan bahwa risiko bank terdiri dari risiko umum (general risk), risiko internasional (international risk) yang dicerminkan melalui risiko mata uang (currency risk), dan risiko kesehatan finansial (solvency risk). Risiko umum (general risk) adalah risiko fundamental yang pasti dihadapi oleh semua bank yang meliputi risiko likuiditas (liquidity risk), risiko suku bunga (interest rate risk), dan risiko kredit (credit risk). Votja (1973) sebelumnya memiliki pandangan yang berbeda tentang risiko bank ini. Menurutnya, risiko dapat diklasifikasikan menjadi credit risk, investment risk, liquidity risk, operating risk, fraud risk, dan risiko gadai (fiduciary risk). Sedangkan Maisel mengklasifikasikan risiko bank menjadi interest rate risk, operating risk, dan fraud risk (Maisel, 1981). Maisel berpendapat bahwa interest rate risk memberikan kontribusi secara signifikan dalam pembentukan terjadinya insolvency.

Dengan berbagai pandangan ini, maka dapat disimpulkan bahwa risiko perbankan terdiri dari credit risk, interest rate risk, currency risk, liquidity risk, solvency risk, market risk, currency risk, investment risk, operating risk, fraud risk, dan fiduciary risk. Bank Indonesia melalui PBI 5/8/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, menjelaskan defenisi risiko-risiko yang harus dihadapi Bank dalam aktivitas bisnisnya, walaupun mengadopsi Basel II namun terdapat perbedaan mengenai definisi tersebut.

Berkaitan denga hal tersebut, pada perbankan syariah juga terdapat tantangan dalam hal manajemen resikonya. Oleh sebab itu diperlukan pemahaman dan wawasan yang mendalam bagi akademisi perbankan syariah mengenai manajemen resiko pada perbankan syariah. Dalam kesempatan ini Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan mengemas upaya memberikan wawasan dan pemahaman manajemen resiko bank sayariah dalam Kegiatan Studium General.